

Introduction
Darsono (Raden Darsono Notosudirdjo) (lahir di Pati, Jawa Tengah, 1 Desember 1897 – meninggal di Semarang, Jawa Tengah, 31 Desember 1976 pada umur 79 tahun) adalah jurnalis dan editor Sinar Hindia (1921); propagandis Sarekat Islam (SI); anggota, kemudian menjadi ketua Partai Komunis Indonesia (1920-1925).
Pada mulanya, Darsono bersama rekan-rekannya (Semaoen dan Alimin) adalah pengikut H.O.S Tjokroaminoto. Mereka adalah anggota SI afdeeling Surabaya sejak 1915. Namun ide komunisme yang dibawa oleh Sneevliet ke Hindia Belanda menarik bagi Darsono dan kawan-kawannya.
Setelah cukup dekat dengan Sneevliet, ketiganya memutuskan untuk pindah ke Semarang, tempat di mana Sneevliet mendirikan ISDV (yang kelak akan menjadi organisasi komunis pertama di wilayah Asia). Di Semarang, Darsono dkk. menjadi pimpinan SI lokal. Karena sikap dan prinsip komunisme yang mereka anut, hal itu membuat renggang hubungan mereka dengan anggota SI lainnya.
Darsono pernah menulis artikel di Harian Sinar Hindia (5 Mei 1918) berjudul Giftige Waarheidspijlein (Panah Pengadilan Beracun).Tulisan ini adalah sebuah kritik terhadap pemerintah kolonial dan kaum kapitalis yang tidak peduli dengan nasib kaum pribumi.
Sumber
- McVey, Ruth T. (2006). The Rise of Indonesian Communism. Equinox Publishing(Asia). ISBN 9793780363.
- Cahyono, Edi (September 2003). "Dari 'Kiri' menjadi 'Kanan': Pergeseran Ideologi Semaoen dalam "Tenaga manusia..."" (PDF). pEnEbar e-news. Jakarta: Yayasan Penebar.
- Nugroho, Angga Riyon (27 November 2014). Peranan Henk Joseph Sneevliet dalam Perkembangan Sarekat Islam Merah di Semarang Tahun 1917-1920:"Menyemai Benih-Benih Komunisme" (Thesis). Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. http://repository.usd.ac.id/115/2/091314027_full.pdf. Diakses pada 22 Oktober 2017.
- Gie, Soe Hok (1999). Di Bawah Lentera Merah. Yayasan Bentang Budaya. ISBN 9793062614.